Rabu, 21 Januari 2026

Cegah Keracunan, Makanan Gratis di Serang Wajib Dihabiskan di Sekolah

- Kamis, 2 Oktober 2025

| 18:49 WIB

Kepala Seksi Penerimaan Peserta Didik dan Penyelenggaraan Pendidikan Sekolah Dasar (Kasi PDPKSD) Kota Serang, Ade Rahmawati

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mewajibkan seluruh murid penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menghabiskan jatah makanannya langsung di sekolah. Aturan ini ditegaskan sebagai langkah pencegahan dari potensi keracunan makanan akibat batas waktu konsumsi.

Kebijakan ini disampaikan Kepala Seksi Penerimaan Peserta Didik dan Penyelenggaraan Pendidikan Sekolah Dasar (Kasi PDPKSD) Kota Serang, Ade Rahmawati, setelah menghadiri rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada Kamis, 2 Oktober 2025.

Menurut Ade, yang juga anggota Tim Satgas MBG Kota Serang, wadah makanan stainless steel atau food tray yang digunakan dalam program ini tidak boleh dibawa pulang.

“Habis tidak habis harus di sekolah, tidak boleh dipindah tempatkan untuk dibawa pulang. Tujuannya untuk mengevaluasi higienitas, nutrisi, kesehatan makanan dan yang paling penting untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Ade.

Ade Rahmawati menekankan bahwa kualitas makanan memiliki batas waktu atau masa aman konsumsi. Hal ini menjadi alasan utama larangan membawa pulang makanan.

“Masa untuk makan tersebut hanya 4-5 jam. Jadi lebih dari itu sudah tidak boleh dikonsumsi kembali,” katanya.

Ia menghitung, jika makanan mulai disiapkan pada pukul 07.00, maka makanan tersebut hanya aman dikonsumsi hingga paling lambat pukul 12.00.

Kekhawatiran utama muncul jika makanan dibawa pulang dan baru dikonsumsi kembali oleh anak pada sore hari, misalnya pukul 15.00.

“Nah seandainya makanan ini dibawa pulang, dimakan oleh anak mungkin jam 3 sore, bisa keracunan. Yang menjadi tanggung jawab siapa? Jadi tidak diperbolehkan makanan tersebut dibawa pulang dan harus habis di sekolah,” kata Ade.

Langkah ini diambil Pemkot Serang untuk memitigasi risiko kesehatan sekaligus memastikan program MBG yang didistribusikan benar-benar bermanfaat dan aman bagi siswa sekolah dasar.***