Sabtu, 16 Mei 2026

Dana Operasional BGN Macet Rp1,2 Miliar, Dapur MBG Kota Serang Setop Sementara

- Senin, 8 Desember 2025

| 13:45 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Serang yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cipocok Jaya Gelam, berhenti beroperasi sementara waktu.

Penghentian operasional ini terjadi karena Badan Gizi Nasional (BGN) hingga saat ini belum mencairkan dana operasional yang telah diajukan.

Kepala SPPG Cipocok Jaya Gelam, Imam Hendar Setiono, membenarkan bahwa sekolah-sekolah yang biasa menerima manfaat MBG dari SPPG tidak mendapatkan jatah makanan sejak Jumat, 5 Desember 2025, hingga waktu yang belum ditentukan.

Menurut Imam, dana operasional yang belum dibayarkan oleh BGN mencapai nilai fantastis, yakni sebesar Rp1,2 miliar. “Dana sekitar Rp1,2 miliar. Gaji dan operasional kita berjalan sampai tanggal 3 Desember menggunakan sisa anggaran,” kata Imam pada Minggu (7/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa keterlambatan pencairan ini terjadi sejak proposal diajukan pada 10 November 2025, untuk periode operasional 24 November-6 Desember 2025.

Pemberhentian sementara operasional ini secara resmi diumumkan melalui surat yang dikeluarkan pada Kamis, 4 Desember 2025, oleh SPPG Cipocok Jaya Gelam Yayasan Bina Prestasi.

“Maka diinformasikan bahwa pada hari Jumat 5 Desember 2025 sampai waktu yang belum bisa ditentukan, SPPG Cipocok Jaya Gelam untuk sementara waktu tidak beroperasional,” tulis surat tersebut.

Imam menegaskan bahwa penyebab penyetopan sementara ini murni karena belum cairnya dana operasional, dan tidak ada alasan lain.

“Perlu digaris bawahi, bahwa kondisi ini hanya terjadi sementara waktu, dan disebabkan oleh dana operasional yang belum turun, tidak ada penyebab lain yang menyertai kondisi ini,” ujarnya.

SPPG Cipocok Jaya Gelam, yang saat ini memiliki 47 pegawai dan 3 staf, akan segera kembali beroperasi normal setelah dana operasional dari BGN dicairkan.

“Kami tentu saja akan menginformasikan kembali jika dana operasional telah turun,” jelas Imam.***