Rabu, 22 April 2026

Pertarungan Kadin Tangsel Bernuansa Politik, Pengamat: Nasib Pengaruh Gerindra Diuji Jika Arnovi Tumbang

- Senin, 24 November 2025

| 10:07 WIB

TANGSEL, BANTENPRO.CO.ID – Kontestasi pemilihan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dalam Musyawarah Kota (Muskot) kian dipandang sebagai ajang yang sarat kalkulasi politik.

Pengamat politik dan Kebijakan Publik Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS), Adib Miftahul, menilai bahwa dinamika Muskot kali ini tak bisa dilepaskan dari peta kekuatan partai di wilayah Tangsel.

Menurut Adib, pencalonan Abdul Rahman alias Arnovi—yang diketahui merupakan kader Gerindra dan mantan legislator—secara otomatis menjadikan arena pemilihan ketua Kadin lebih dari sekadar ajang organisasi pengusaha.

“Menurut informasi, Arnovi ini kan Kader Gerindra Tangsel, mantan anggota dewan juga, jadi menurut saya pertarungan perebutan kursi ketua Kadin Tangsel ini sangat menarik,” ujarnya, di bilangan Serpong, Minggu (23/11/2025).

Adib berpendapat bahwa secara konstelasi politik, Arnovi mestinya memiliki modal yang sangat kuat. Hal ini merujuk pada fakta bahwa posisi pimpinan daerah, baik di tingkat Provinsi Banten maupun Kota Tangsel, saat ini berasal dari Partai Gerindra.

“Menurut saya seharusnya tidak sulit bagi Arnovi jadi Ketua Kadin Tangsel. Kenapa? Loh kan sudah jelas, dari Gubernur Banten sampai Walikota Tangsel nya kader Gerindra. Artinya apa? Artinya adalah kekuatan kekuasan baik di tingkat Provinsi maupun di Kota Tangsel itu berpihak kepada dia,” terangnya.

Meskipun demikian, Adib tak menampik bahwa kekalahan Arnovi dalam Muskot justru dapat membuka perspektif baru mengenai seberapa besar pengaruh nyata Gerindra di Tangsel. Ia menyebut Muskot kali ini bisa menjadi barometer kekuatan politik partai tersebut.

“Suka atau tidak, perebutan kursi ketua Kadin Tangsel sudah jadi pertarungan politik. Jika Arnovi sampai kalah, maka publik politik di Tangsel sudah bisa menilai pengaruh politik Gerindra di Tangsel,” pungkas Adib.

Kekalahan Arnovi, lanjut Adib, akan mengirim sinyal bahwa meskipun Walikota Tangsel adalah kader Gerindra, secara kekuasaan, pengaruh partai tersebut di wilayah tersebut dinilai minim.

“Artinya, bahwa memang Walikota Tangsel saat ini adalah kader Gerindra, tapi ternyata tidak berpengaruh apa-apa, bahkan bisa dibilang, meski Walikotanya dari Gerindra tapi secara kekuasaan, Gerindra tidak punya,” tutupnya.***