SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Serang mengalami kendala.
Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Serang, Nuni Pratiwi, membenarkan bahwa satu-satunya SPPG di wilayahnya terpaksa menghentikan operasional karena terhambatnya pencairan dana dari pemerintah pusat.
Menurut Nuni, hambatan dana ini tidak terjadi di tingkat daerah, melainkan di pusat.”Untuk di Kota Serang memang cuma satu yang berhenti operasional dikarenakan terhambatnya dana, betul saya membenarkan,” kata Nuni melalui sambungan telpon, Senin (8/12/2025).
“Kalau untuk tersendat karena apa itu kan di pusat ya, jadi memang di pusat sedang ada perbaikan pergantian PPK (Pejabat Pembuat Komitmen).” sambungannya.
Nuni Pratiwi menegaskan bahwa hanya satu SPPG yang saat ini tidak beroperasi. SPPG lain di Kota Serang masih berjalan normal. Namun, bagi sekolah yang menjadi bagian dari SPPG yang berhenti operasional, penyaluran MBG otomatis terhenti.
Dia menjelaskan, siswa yang terdampak tidak bisa dialihkan ke SPPG lain yang masih beroperasi. Hal ini dikarenakan setiap SPPG memiliki kapasitas dan proposal anggarannya masing-masing.
“Enggak bisa, karena kan memang setiap SPPG punya kapasitas masing-masing, jadi kita tidak bisa memberikan pengalihan ke SPPG yang beroperasi untuk menampung SPG yang lain begitu. Karena kita sudah punya proposalnya masing-masing,” ujarnya.
Penghentian sementara operasional SPPG Gelam ini, tambah Nuni, juga bertepatan dengan momen akhir tahun anggaran.
“Memang kita sudah ada ancang-ancang untuk penutupan APBN 2025,” ucapanya.
Hingga pernyataan ini disampaikan, SPPG Gelam belum mulai beroperasi kembali. “Oh, belum kan baru hari ini juga stop operasionalnya,” tutupnya.***













