SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Proyek pembangunan gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Serang yang menelan anggaran fantastis sebesar Rp8,6 miliar kini memasuki babak akhir. Pihak pelaksana mengeklaim pembangunan fisik gedung utama telah mencapai 100 persen.
Pantauan di lokasi, sejumlah pekerja masih nampak melakukan aktivitas minor di sekitar gedung. Pihak kontraktor pelaksana yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa saat ini progres pembangunan hanya menyisakan tahap perapihan.
“Kalau ditanya persentase, ini sudah selesai, tinggal finishing atau ngerapihin saja sedikit-sedikit. Intinya kami sebagai pelaksana lapangan sudah menyelesaikan tanggung jawab pembangunan fisik,” ungkapnya kepada awak media, Senin (29/12/2025) kemarin.
Meski fisik bangunan sudah berdiri megah, belum ada kepastian kapan gedung literasi ini akan mulai beroperasi. Pihak kontraktor memilih tutup mulut terkait jadwal seremoni peresmian dan menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Kabupaten Serang.
“Kami tidak tahu soal itu (peresmian), silakan tanya ke dinas terkait. Tugas kami hanya membangun sampai selesai sesuai kontrak,” tambahnya singkat.
Proyek ini sempat menjadi sorotan publik lantaran dikhawatirkan tidak selesai tepat waktu di penghujung tahun anggaran 2025. Menanggapi isu denda keterlambatan yang membayangi proyek-proyek infrastruktur besar, pihak kontraktor memberikan jawaban diplomatis.
Ia meyakini perusahaan telah bekerja sesuai koridor ketentuan yang berlaku, namun menyerahkan urusan administrasi dan sanksi sepenuhnya kepada kebijakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang.
“Untuk urusan denda, saya kurang tahu detailnya. Kami merasa tidak akan kena, tapi itu semua kembali lagi ke kebijakan dinas seperti apa,” pungkasnya.***













