Rabu, 13 Mei 2026

Tokoh Nelayan Banten Soroti Upaya Penggembosan Gerakan Penolakan PIK 2

- Rabu, 12 Februari 2025

| 00:16 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Polemik terkait pembangunan mega proyek PIK 2 di Banten terus menuai penolakan dari masyarakat.

Tokoh nelayan asal Banten, Kholid Miqdar, menyoroti adanya upaya penggembosan gerakan masyarakat yang menolak proyek tersebut. Ia menilai praktik semacam ini memiliki kesamaan dengan pola penjajahan.

“Sebenarnya itu saya bilang gaya logika penjajah seperti itu. Ketika mereka menuduh kita rasis, justru sebenarnya mereka yang rasis. Banyak juga warga Tionghoa yang menjadi korban, seperti Charli dan lainnya,” ujar Kholid kepada awak media, Selasa 11 Februari 2025.

Kholid menegaskan, bahwa ia tidak menentang pembangunan, namun menolak jika prosesnya dilakukan dengan cara yang merugikan masyarakat.

“Kita tidak anti pembangunan, saya setuju kalau ada pembangunan. Tetapi kalau prosesnya menjajah, menyerobot tanah, membunuh ekonomi masyarakat, saya wajib melawan karena ini kedzaliman,” tegasnya.

Lebih lanjut, kholid mengungkapkan, adanya upaya untuk membujuk masyarakat agar mendukung proyek tersebut dengan iming-iming bantuan.

“Mereka membagikan beras dan meminta masyarakat memberikan pernyataan dukungan terhadap proyek PIK 2 yang telah masuk dalam PSN (Proyek Strategis Nasional),” ucapan Kholid.

Mereka melibatkan berbagai kalangan, mulai dari masyarakat biasa, jawara, hingga ulama dan ustaz. Tinggal bagaimana mereka menyikapi fenomena ini,” tambahnya.

Menurutnya, setiap orang memiliki hak untuk mendukung proyek tersebut, namun ia mempertanyakan motif di balik dukungan yang diberikan.

“Sah-sah saja bagi yang mendukung, tetapi motifnya apa. Harus ada sumber yang jelas. Kalau saya, tidak ada yang menggaji atau memberi upah, tapi saya hanya berpikir bahwa generasi saya tidak boleh terus-menerus dijajah. Karena bagi saya, ini adalah bentuk penjajahan,” pungkasnya.***