Selasa, 28 April 2026

Pelantikan Rektor UIN Banten Picu Amarah, Mantan Ketua Senat: ‘Ini Preseden Buruk!’

- Jumat, 1 Agustus 2025

| 12:45 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Pelantikan Prof. M. Ishom sebagai Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten memicu protes keras dari sejumlah kalangan. Pasalnya, nama Ishom tengah menjadi sorotan publik atas dugaan kasus plagiarisme karya ilmiah.

Udin Saparudin, mantan Ketua Senat Mahasiswa Institut (SMI) IAIN “SGD” yang kini menjabat Ketua Harian IKA UIN SMH Banten, mengaku kaget dengan keputusan Menteri Agama. Menurutnya, keputusan ini terkesan sangat politis dan mengabaikan kader-kader lokal yang memiliki rekam jejak mumpuni.

“Saya meyakini produk lokal yang betul-betul dikader oleh IAIN, STAIN, dan UIN Banten juga tidak kalah kemampuannya. Ada banyak profesor dengan rekam jejak teruji, seperti Prof. Dr. H. Wasehudin, Prof. Dr. H. Mufti Ali, dan Prof. Dr. H. Hidayatullah,” ujar Udin kepada bantenpro.co.id melalui pesan singkat, Jumat 1 Agustus 2025.

Udin menilai, keputusan Menteri Agama yang melantik “kader luar” tanpa kualitas teruji adalah preseden buruk bagi kepemimpinan dan perkaderan di internal UIN SMH Banten. “Saya tidak suka lembaga pendidikan tinggi bernuansa politik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Udin menyebut keputusan ini sebagai sikap “anomali” dan “otoriter” yang mengancam kebebasan demokrasi. Terlebih, rektor yang dilantik memiliki masalah terkait dugaan plagiarisme.

“Oleh karena itu, saya meminta dan mengusulkan status Rektor segera ditinjau ulang sekaligus dinonaktifkan dengan menunjuk Plt. Rektor UIN SMH Banten yang baru,” tegasnya.

Menurutnya, langkah ini paling tepat untuk menjaga citra kampus agar tidak tercoreng.

Udin Saparudin juga menyatakan, ia bersama rekan-rekannya siap memproses kasus dugaan plagiarisme ini ke ranah hukum. “Kami akan melaporkan kasus plagiat karya ilmiah tersebut secara hukum pada minggu-minggu ini,” pungkasnya.***