Minggu, 17 Mei 2026

Kesti TTKKDH Pecahkan Rekor MURI Keempat Kalinya Lewat Tradisi Rujakan

- Sabtu, 20 September 2025

| 20:39 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Keluarga Besar Tjimande (Kesti TTKKDH) kembali mengukir prestasi dengan meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui tradisi rujakan. Penghargaan ini diberikan saat Festival Keceran Tjimande yang digelar di Alun-alun Kota Serang pada Sabtu, 20 September 2025.

Rekor MURI kali ini menjadi yang keempat bagi Kesti TTKKDH. Sebelumnya, mereka juga memecahkan rekor untuk pesilat terbanyak, glempangan, dan keceran. Ketua Umum DPP Kesti TTKKDH, Wahyu Nurjamil, menjelaskan bahwa rekor ini berkaitan erat dengan tradisi rujakan yang sudah menjadi bagian dari keluarga besar Tjimande.

“Rekor MURI ini berkaitan dengan rujakan, sebagai tradisi Kesti TTKKDH,” ujar Wahyu Nurjamil.

Wahyu Nurjamil memaparkan bahwa tradisi rujakan ini memiliki makna filosofis yang mendalam. Bahan-bahannya, seperti teh pahit, teh manis, kopi pahit, kopi manis, asam, rujak dugan, dan buah selasih, mengandung nilai-nilai yang diajarkan oleh para leluhur.

Sebagai contoh, adanya kopi pahit mengajarkan bahwa dalam keadaan sulit, hidup harus dihadapi dengan tenang. “Nanti Allah akan memberikan kemanisan, seperti yang ada di kopi manis,” jelasnya.

“Artinya, setiap anggota Kesti TTKKDH harus percaya bahwa setiap pergerakan manusia ada yang mengatur, yaitu Allah SWT,” sambungnya.

Di lokasi yang sama, Gubernur Banten, Andra Soni, mengapresiasi Festival Keceran Tjimande sebagai upaya melestarikan budaya lokal. Ia berharap Kesti TTKKDH terus bersinergi dengan pemerintah untuk menjaga persatuan dan berpartisipasi dalam pembangunan.

Andra Soni juga menyatakan niatnya untuk menjadikan festival ini sebagai agenda tahunan pariwisata Provinsi Banten. “Tinggal Ketua DPP-nya mendorong ke pemerintah pusat agar ini dijadikan agenda tahunan dan menjadi wisata di Banten,” pungkasnya.***