Selasa, 19 Mei 2026

Atasi Banjir Menahun, Walikota Serang Desak BPJT Perbesar ‘Crossing’ Tol Tahun Ini

- Senin, 5 Januari 2026

| 15:12 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Walikota Serang, Budi Rustandi, bergerak cepat menangani persoalan banjir yang kerap merendam pemukiman warga akibat penyempitan saluran air (crossing) di jalur jalan tol. Budi menegaskan bahwa perbaikan drainase tersebut wajib dieksekusi pada tahun 2026 ini.

Hal tersebut disampaikan Budi usai menggelar rapat kolaborasi bersama Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Pemerintah Provinsi Banten, Senin (05/01/2026). Rapat ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur Banten untuk mensinergikan penanganan banjir di ibu kota provinsi.

Budi mengungkapkan, berdasarkan hasil kajian teknis, diameter saluran air yang ada saat ini hanya berukuran 82 centimeter. Kapasitas tersebut dinilai tidak lagi mampu menampung debit air saat hujan deras, sehingga memicu luapan ke pemukiman.

“Kondisi di lapangan itu diameter crossing tol cuma 82 cm, sangat kecil. Berdasarkan kajian dari Provinsi, itu butuh diameter minimal 2 meter. Insya Allah, pembangunannya akan dilakukan tahun ini oleh pihak BPJT,” ujar Budi Rustandi.

Menurutnya, koordinasi antara Pemkot Serang dan Pemprov Banten sudah berjalan matang. Kini, pihak BPJT diharapkan segera memulai pengerjaan fisik agar sinkron dengan proyek penanganan banjir yang tengah digarap pemerintah daerah.

“Wajib Tahun Ini, Rakyat Capek Kebanjiran,” jelasnya.

Dengan nada tegas, Walikota menyatakan bahwa normalisasi saluran di area tol bersifat mendesak. Ia tidak ingin melihat warga Kota Serang terus-menerus menjadi korban banjir akibat kendala infrastruktur yang menyempit.

“Tahun ini harus terealisasi, wajib. Karena kita capek, rakyat capek kebanjiran terus. Kejadian di crossing itu berdampak luas. Karena salurannya kecil, air tumpah, meluap, dan balik lagi ke pemukiman warga,” tegasnya.

Ia berharap dengan diperlebarnya diameter saluran menjadi 2 meter, arus pembuangan air menuju hilir akan berjalan lancar meskipun debit air hujan sedang tinggi. “Pokoknya kalau crossing itu sudah besar, insya Allah aliran air lancar dan tidak ada lagi air yang parkir di jalan atau rumah warga,” pungkasnya.***