Rabu, 13 Mei 2026

Tingkatkan PAD, Disparpora Serang Siapkan Aturan Wajibkan Tamu Dinas Menginap di Hotel Lokal

- Rabu, 13 Mei 2026

| 19:17 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disparpora) Kota Serang tengah menyusun Surat Edaran yang akan diajukan kepada Wali Kota Serang. Isi aturan tersebut mewajibkan seluruh tamu negara maupun rombongan kunjungan kerja dari luar daerah untuk menginap di hotel-hotel yang beroperasi di wilayah Kota Serang.

Kebijakan ini diambil sebagai upaya mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor perhotelan dan pariwisata. Pasalnya, selama ini masih banyak tamu dinas maupun rombongan yang beraktivitas di Serang, namun memilih menginap di wilayah tetangga seperti Tangerang, Anyer, atau Kabupaten Serang, sehingga dampak ekonominya tidak dirasakan secara langsung oleh warga setempat.

Kepala Disparpora Kota Serang, Zeka Bachdi, menegaskan aturan ini disusun agar setiap kegiatan kedinasan yang berlangsung di Serang dapat memberikan manfaat ekonomi nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat kota.

“Tujuan kebijakan ini jelas, supaya Kota Serang mendapatkan dampak ekonomi langsung serta pemasukan PAD dari setiap kunjungan yang ada di wilayah kami. Selama ini banyak yang datang ke Serang untuk bekerja, tapi menginapnya di luar kota. Ini yang ingin kita ubah,” ujar Zeka saat diskusi bersama Perhimpunan Wanita Karya Seluruh Indonesia (PWKS), Rabu (13/5/2026).

Selain menyusun aturan penginapan, Pemkot Serang juga menyiapkan terobosan besar berupa program wisata terintegrasi yang resmi diluncurkan pada 17 Mei 2026 mendatang. Program ini menempatkan Kota Serang sebagai homebase atau pusat persinggahan utama bagi wisatawan yang hendak menjelajahi berbagai destinasi di seluruh Provinsi Banten.

Konsepnya dirancang agar wisatawan menginap di Serang, kemudian dibawa berkeliling ke sejumlah destinasi unggulan di kabupaten lain melalui paket perjalanan yang sudah disiapkan. Beragam jenis paket wisata disediakan, mulai dari wisata religi mengunjungi situs sejarah dan keagamaan, jelajah kota atau city tour, hingga wisata bahari ke Pulau Lima, Sawarna, dan Pantai Anyer.

Tak ketinggalan, paket wisata alam dan olahraga petualangan juga disiapkan, di antaranya kunjungan ke kawasan Negeri di Atas Awan dan keindahan alam Sawarna.

Zeka menjelaskan, meski berpusat di Serang, program ini merupakan hasil kolaborasi antardaerah yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Serang, Pandeglang, hingga Lebak. Harapannya, lonjakan jumlah kunjungan ini bisa mendistribusikan dampak ekonomi secara merata ke seluruh wilayah Banten.

“Kita ingin kolaborasi ini memberikan dampak ekonomi yang adil dan merata. Wisatawan menginap di Serang, tapi berwisata ke tempat indah di kabupaten lain. Semuanya saling mendukung dan sama-sama diuntungkan,” tandasnya.***