Rabu, 20 Mei 2026

Bupati Serang Didesak Segera Selesaikan Permasalahan Sampah di Pasar Ciruas

- Rabu, 11 Juni 2025

| 14:12 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Warga Ciruas Kabupaten Serang protes terhadap tumpukan sampah di pasar Ciruas, tepatnya di pinggir Jalan Raya Serang-Jakarta, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang. 

Dalam panatauan bantenpro.co.id, pada hari Rabu (11/06/2025) pukul 07.30 Waktu Indonesia Barat (WIB), terlihat sampah-sampah itu didominasi limbah dagangan yang tidak laku terjual serta sampah rumah tangga yang dibungkus oleh kantong plastik, Bahkan tumpukan sampah itu mengambil sebagian luas jalan.

Kemudian, Air berwarna hitam yang mengalir dari tumpukan menimbulkan bau yang begitu menyengat, Konsumen maupun pengguna jalan yang melintas terpaksa menutup hidung dan mulut, sambil menahan nafas.

Warga yang tinggal disamping jalan pasar Ciruas, Kabupaten Serang, Ahmad Rojak mengungkapakan rasa ke tidak nyamanan dengan bau busuk sampah. Menurutnya tumpukan sampah di Pasar Ciruas kini sangat mengkhawatirkan warga.

“Makin hari makin banyak. Bahkan dari atas los pasar juga ditumpuk di sini, Sementara sampah tersebut menimbulkan bau tidak enak,” kata Rojak kepada wartawan.

Lebih lanjut, Bukan hanya bau busuk saja yang ditimbulkan, tetapi ini juga sangat berpengaruh pada kesehatan.

“Dilihatnya tidak enak, bau nya busuk, kami Khawatir banyak penyakit dari sampah ini, penyakit gatal maupun demam berdarah (DBD).” ujarnya.

Rojak juga mendesak kepada Bupati baru dalam program 100 hari kerjanya bakal menangani sampah, tapi kenyataanya tidak ada.

“Jangan Hanya omong kosong saja, sekarang buktikan mana realita Serang bebas tanpa sampah,” Desak Rojak.

Sementara itu, Warga Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Sumiyati menambahakan bahwa sampah di pinggir jalan Pasar Ciruas sudah beberapa hari tidak diangkut. Hal tersebut menyebabkan bau tak sedap yang menggangu pengunjung pasar dan pengguna jalan.

“Saya tidak tahu kenapa tidak diangkut, tapi yang jelas mengingat Bupati Serang yang baru ini, sesuai dengan selogannya (Serang Bahagia) tapi nyatanya Serang sengsara akan banyaknya Sampah dimana-mana,” pungkas Sumiyati.***