Sabtu, 9 Mei 2026

Dinkes Kota Serang: Penanganan DBD Harus Komprehensif, Fogging Bukan Satu-satunya Solusi

- Jumat, 9 Januari 2026

| 14:05 WIB

SERANG, BANTENPRO.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang menekankan bahwa penanganan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tidak boleh hanya bertumpu pada pengobatan pasien. Pengelolaan lingkungan yang bersih dan peran aktif keluarga dinilai menjadi kunci utama dalam menekan angka kasus.

Sekretaris Dinkes (Sekdis) Kota Serang, Teja Ratri mengungkapkan, penanganan medis bagi pasien DBD dilakukan secara bertahap sesuai tingkat keparahan. Pada fase awal, pasien diwajibkan mendapatkan istirahat total dan pemantauan cairan yang ketat untuk menghindari dehidrasi.

“Fokus awal adalah istirahat, asupan cairan, dan nutrisi bergizi. Kami juga memantau tanda-tanda vital untuk mengantisipasi bahaya seperti perdarahan atau penurunan kesadaran,” jelas Teja, Jumat (9/1/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tindakan medis seperti pemantauan trombosit hingga pemberian infus dilakukan secara intensif sesuai dengan kondisi klinis pasien di lapangan.

Terkait pengendalian wilayah, Teja menegaskan bahwa pengasapan atau fogging memiliki aturan main tersendiri. Jika ditemukan kasus positif, Dinkes akan menerjunkan tim untuk melakukan Penyelidikan Epidemiologis (PE).

“Kami cek dulu perindukan nyamuknya. Jika Angka Bebas Jentik (ABJ) masih di bawah 95 persen, maka fogging tidak dilakukan. Fokusnya adalah pemberantasan sarang nyamuk,” tegasnya.

Dinkes Kota Serang mengimbau masyarakat untuk konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sinergi antara langkah medis dan kesadaran lingkungan masyarakat diharapkan mampu memutus rantai penyebaran DBD di Ibu Kota Provinsi Banten ini.***